Tampilkan postingan dengan label Pengetahuan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pengetahuan. Tampilkan semua postingan

23 Maret 2010

Sejarah Alkitab

Ratusan buku telah ditulis mengenai bukti-bukti pengilhaman ilahi Alkitab, dan bukti-bukti ini sangat banyak dan bervariasi. Sayangnya, kebanyakan orang tidak pernah membaca satu buku pun mengenai topik ini. Bahkan, tidak banyak yang membaca Alkitab itu sendiri! Jadi, banyak orang terpengaruh oleh gambaran populer yang keliru bahwa Alkitab mengandung banyak kekeliruan dan tidak lagi bermanfaat bagi kehidupan modern kita.

Namun para penulis Alkitab berulangkali menyatakan bahwa mereka menyampaikan Firman Allah itu sendiri, yang sama sekali tidak mengandung kesalahan dan memiliki otoritas. Sangatlah menakjubkan jika seorang penulis mengatakan hal tersebut, dan jika 40 orang penulis Kitab Suci dengan keliru mengklaim hal tersebut, maka pastilah mereka semua berdusta atau tidak waras atau keduanya.

Namun di pihak lain, jika kitab yang teragung dan paling berpengaruh di sepanjang zaman, yang mengandung kesusastraan yang sangat indah dan tuntunan moral yang paling sempurna yang pernah disusun, ternyata ditulis oleh para penipu fanatik, maka harapan apa yang masih tersisa dalam usaha menemukan arti dan tujuan hidup di dunia ini?

Jika seseorang dengan sungguh-sungguh menyelidiki bukti-bukti alkitabiah ini, ia akan menemukan bahwa klaim pengilhaman ilahi tersebut (yang dinyatakan lebih dari 3.000 kali dengan berbagai cara) sangat bisa dibenarkan.

Nubuat Yang Digenapi

Bukti mengagumkan tentang nubuat yang digenapi hanyalah salah satunya. Ratusan nubuat di dalam Alkitab telah digenapi, secara spesifik dan mendetail, seringkali lama setelah penulis nubuat tersebut meninggal.

Contohnya, Daniel meramalkan pada tahun 538 SM (Daniel 9:24-27) bahwa Kristus akan datang sebagai Juru Selamat dan Raja Israel yang dijanjikan 483 tahun setelah Raja Persia mengijinkan orang-orang Yahudi membangun kembali Yerusalem, yang pada saat itu masih berupa reruntuhan. Nubuat ini, dengan jelas dan pasti, digenapi beberapa ratus tahun kemudian.

Banyak nubuat yang berkenaan dengan berbagai bangsa dan kota yang dengan berjalannya sejarah secara umum, digenapi semuanya secara literal. Lebih dari 300 nubuat digenapi oleh Kristus sendiri pada kedatangan-Nya yang pertama. Nubuat lain berhubungan dengan penyebaran kekristenan, agama-agama palsu, dan pokok-pokok lainnya.

Tidak ada kitab kuno maupun modern lain yang serupa dengan kitab ini. Nubuatan-nubuatan yang samar-samar dan biasanya keliru dari orang-orang seperti Jeanne Dixon, Nostradamus, Edgar Cayce, dan yang lainnya sama sekali tidak dapat dimasukkan dalam kategori yang sama, demikian pula kitab-kitab agama lainnya seperti Al-Quran, Ucapan-ucapan Khong Hu Cu dan tulisan-tulisan agama lainnya. Hanya Alkitab yang memperlihatkan bukti nubuatan yang mengagumkan ini, dan menunjukkannya dengan skala yang begitu luar biasa sehingga menjadikan semua penjelasan mengenai asal-usulnya terlihat absurd, kecuali penjelasan bahwa Kitab ini adalah penyataan ilahi.

Ketepatan Sejarah Yang Unik

Ketepatan sejarah dalam Kitab Suci menempatkannya dalam kelas tersendiri, jauh lebih superior dibandingkan tulisan-tulisan Mesir, Asyur dan bangsa-bangsa kuno lainnya. Peneguhan arkeologi atas catatan Alkitab sepanjang abad 20 demikian banyaknya. Dr. Nelson Glueck, yang barangkali adalah ahli arkeologi Israel terbesar di jaman modern ini, mengatakan:

“Tidak ada penemuan arkeologi yang menyanggah suatu pernyataan Alkitab. Banyak penemuan arkeologi yang telah meneguhkan, baik secara garis besar maupun rinci, berbagai pernyataan sejarah di dalam Alkitab. Dengan cara serupa, tinjauan yang sesuai atas pernyataan Alkitab seringkali membawa pada penemuan yang mengagumkan.”

Ketepatan Ilmiah

Bukti penyataan ilahi yang mengagumkan lainnya diperlihatkan dalam banyaknya prinsip-prinsip ilmu pengetahuan modern yang dicatat sebagai fakta-fakta di dalam Alkitab jauh sebelum para ilmuwan meneguhkannya secara eksperimen. Beberapa hal diantaranya:

Tentu saja semua hal ini tidak diungkapkan dalam bahasa teknis ilmu pengetahuan modern, melainkan dalam ungkapan pengalaman hidup manusia sehari-hari. Namun demikian, semuanya sangat sesuai dengan fakta-fakta ilmu pengetahuan modern.

Penting dicatat bahwa tidak ada kekeliruan nyata yang pernah ditunjukkan di dalam Alkitab, baik mengenai ilmu pengetahuan, sejarah atau pokok lainnya. Memang banyak kekeliruan yang sudah diklaim orang, namun para ahli Alkitab selalu mampu menyajikan penyelesaian yang masuk akal atas semua masalah yang muncul.

Struktur Yang Unik

Struktur Alkitab yang mengagumkan juga perlu ditekankan. Meskipun Alkitab merupakan kumpulan dari 66 buah kitab, yang ditulis oleh 40 penulis atau lebih dalam rentang waktu 2000 tahun, namun Alkitab tetap merupakan satu Kitab, yang memiliki kesatuan dan konsistensi sempurna di setiap bagiannya.

Para penulis Alkitab, pada saat menuliskan kitabnya, tidak memiliki bayangan bahwa pesan mereka pada akhirnya akan dikumpulkan menjadi sebuah Kitab seperti ini, namun demikian semuanya tersusun rapi dan menyampaikan tujuan uniknya sendiri sebagai sebuah komponen dari keseluruhannya. Setiap orang yang mempelajari Alkitab dengan sungguh-sungguh pada akhirnya akan menemukan pola struktur dan matematis yang mengagumkan yang terjalin di setiap bagiannya, dengan keterkaitan dan simetri yang tidak dapat dijelaskan sebagai sesuatu yang bersifat kebetulan belaka atau yang dengan sengaja disusun demikian.

Satu-satunya tema Alkitab yang secara konsisten dikembangkan dengan agung dari Kejadian sampai Wahyu adalah karya Allah yang besar dalam penciptaan dan penebusan segala sesuatu, melalui Anak-Nya yang tunggal, Tuhan Yesus Kristus.

Efek Alkitab Yang Unik

Satu bukti terakhir bahwa Alkitab itu benar diperoleh melalui kesaksian mereka yang sudah mempercayainya. Banyak sekali orang, dahulu maupun sekarang, yang berdasarkan pengalaman pribadinya telah menemukan bahwa janji-janji yang ada di dalam Kitab itu benar, nasihatnya tepat, perintah dan larangannya bijaksana dan pesan keselamatannya yang indah memenuhi semua kebutuhan baik untuk hidup sekarang maupun hidup kekal.Alkitab juga unik dalam hal pengaruh yang diberikannya kepada orang-orang dan kepada sejarah bangsa-bangsa. Kitab ini merupakan kitab yang paling laku sepanjang zaman, menarik bagi hati maupun pikiran, dicintai oleh setidaknya sebagian orang dari setiap ras atau bangsa atau suku bangsa yang pernah dibawakan kitab ini, kaya atau miskin, orang terpelajar atau sederhana, raja atau orang biasa, dan semua orang dari berbagai latar belakang dan garis kehidupan yang berbeda.Tidak ada kitab lain yang pernah mendapat sambutan universal atau yang pernah menghasilkan efek yang tak berkesudahan seperti itu.

Sumber : Christian Answers

19 Maret 2010

Menjelaskan Konsep Allah Tritunggal dengan Sederhana

Pertanyaan :
Bapak Pengasuh yang terhormat.
Saya kerap mendapat pertanyaan dari orang-orang non-Kristen tentang ke-tritunggal-an Allah. Menurut Bapak, bagaimana cara menjelaskannya dengan sederhana supaya dapat dipahami oleh mereka dengan mudah? Dalam keterbatasan saya, saya selalu bilang kalau saya percaya pada Allah yang Esa. Tetapi itu bukan jawaban yang bisa diterima oleh mereka, karena mereka tahu saya percaya kepada Allah Bapa, Allah Anak dan Allah Roh Kudus.

Gali
Kelapa Gading Permai—Jakarta Utara


Jawaban:
Gali yang terkasih di dalam Kristus, memang tak mudah menjelaskan Allah Tritunggal, termasuk juga Allah yang Esa. Siapakah manusia sehingga bisa menjelaskan siapa Allah dengan lengkap sehingga masuk akal? Yang paling masuk akal adalah bahwa “Allah memang tidak masuk akal, dan, sungguh tidak masuk akal jika Allah masuk akal”.
Statemen ini baru masuk akal. Mengapa? Jelas, karena Allah tak terbatas, melampaui akal kita yang sangat terbatas. Jadi, bagaimana mungkin manusia bisa mengurung Allah yang tidak terbatas di dalam akalnya yang terbatas. Namun, itu tidak berarti kita tidak bisa menje-laskan siapa Allah, tapi penjelas-an sebatas DIA menyatakakan diri-Nya kepada manusia di dalam Firman. Kemudian kita juga harus mengingat bahwa ketika berbicara tentang Allah kita berbicara Allah yang roh adanya (Yoh 4: 24), bukan materi, tidak terbatas pada ruang dan waktu (Maz 93: 2), dan tentu tidak seperti kita yang materi (Maz 90: 4-6). Kita harus awali dari kesadaran ini dulu.
Nah, sekarang tentang Allah Tritunggal.
1. Istilah ini secara tersurat memang tidak ada di Alkitab, namun tersirat dengan sangat jelas (Kej 1: 26/KITA, bentuk jamak, Yes 6: 8/bahasa Inggris “us”, bentuk jamak), dan juga pada nama Ellohim yang berbentuk jamak (bagian ini perlu penjelasan yang panjang). Tapi intinya, yang percaya pada Allah Abraham, Ishak dan Yakub harus belajar, mengerti dan percaya kebenaran ini. Mungkin ada yang berkata kenapa orang Yahudi sendiri tidak percaya pada Yesus? Jawabannya seder-hana: yang percaya mula-mula juga orang Yahudi, termasuk Pau-lus tokoh Farisi yang sangat terkenal dan terdidik (Kisah 22). Juga fakta kesalahan konsep tentang Me-sianik.
2. Allah Anak, Yesus Kristus, sebelum da-tang ke dunia juga sudah dinubuat-kan lama oleh Perjanjian Lama (PL); tentang diri-Nya, yang mela-hirkan-Nya, kota kela-hiran-Nya, akibat kela-hiran-Nya bahkan ke-matian-Nya. Kebetul-an? Tentu tidak, ka-rena Dia memang da-tang dari kekekalan ke dalam kesementara-an (Yoh 14:1-3, Fil 2:5-8).
3. Allah Bapa dan Allah Roh sudah diper-saksikan dengan jelas oleh Alkitab sejak dalam Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru.
4. Lalu dalam berkarya, Mereka mencipta bersama (Kej 1: 2; Allah Roh, 1: 3; Allah Bapa, Yoh 1:1-3; Allah Anak, memelihara dan menebus bersama, Yoh 3:16, Kasih Bapa, Yoh 14: 6; Penebusan Anak, Yoh 16: 8-11,14: 26; Keinsyafan dan pimpinan Roh. Ketiganya satu dalam berkarya penciptaan hingga penebusan).
5. Jadi Allah itu tiga? Tentu tidak. Dia sendiri mengatakan “esa” (Ul 6: 4). Di sinilah masalahnya. Ingat, kita bicara Allah yang Roh, bukan materi; kualitas, bukan kuantitas. Sekarang coba tanya, “Apakah Allah yang “satu” itu? Apakah Dia ada di Indonesia?” Pasti dija-wab “ada”. Di tempat lain juga pasti dijawab “ada”. Pertanyaannya, jika Allah itu ada di mana-mana, ada berapa Allah itu? Pasti satu bukan. Di ma-na logikanya? Ingat kita bicara Allah yang Roh dan Kekal. Nah, kalau bicara Allah Tri-tunggal bingung, apa Allah tung-gal juga tidak bingung karena bisa di mana-mana pada saat yang sama? Tentu saja bi-ngung karena kita bicara Allah yang melampaui akal.
Akhirnya, ternyata Allah Tritunggal itu tidak membingungkan ya, yang membingungkan adalah bagaimana men-jelaskannya. Semoga sekarang jadi jelas. Allah Tritunggal itu tidak sama dengan konsep trimurti. Tritunggal itu esa, tiga pribadi satu kesatuan, dan itu kesaksian Alkitab. Selamat berpikir dengan beriman.?

Sumber : Sahabat Surgawi

06 Januari 2010

5 Penyesalan

  1. 1 hari : Nasi menjadi Bubur
  2. 1 bulan : Salah Potong Rambut
  3. 1 tahun : Tidak Naik Kelas
  4. Seumur Hidup : Salah Pilih Pasangan Hidup
  5. Selamanya : Salah Pilih JURU SELAMAT

02 Januari 2010

Tahukah Anda? Miskin di hadapan Allah

Istilah "orang yang miskin di hadapan Allah" yang terdapat di dalam Matius 5 : 3 diterjemahkan dari kata Yunani hoi ptochoi to pneumatic, yang secara literal berarti orang-orang yang miskin di dalam roh. Mereka adalah orang-orang yang sadar akan kebutuhan jiwa mereka dan mengenal pribadi yang sanggup memenuhinya, yaitu YESUS. Mereka juga menggantungkan hidup dan pengharapan mereka hanya kepada Allah saja. Itulah sebabnya, mereka menjadi orang-orang yang siap menerima KERAJAAN SORGA dan Yesus menyebut mereka sebagai orang yang BERBAHAGIA atau DIBERKATI.
.:: Copyright ::.


This Blog is a registered trademark of DJEVEE Group All rights reserved.
Copyright © October 2009
Powered by Djevee