Tampilkan postingan dengan label Warta Gereja. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Warta Gereja. Tampilkan semua postingan

02 Agustus 2010

Hak Istimewa Seorang IBU

"Sebab Engkaulah yang membentuk buah pinggangku, menenun aku dalam kandungan ibuku."
(Mazmur 139 : 13)

Seorang Professor dalam bidang Kedokteran pernah mengajukan sebuah situasi medis yang juga menyangkut masalah etika kepada mahasiswa-mahasiswanya : "Sebuah keluarga memiliki riwayat sebagai berikut. Si Ibu menderita TBC. Mereka telah dikaruniai empat orang anak. Anak yang pertama buta. Yang kedua meninggal. Yang ketiga tuli. Yang keempat menderita TBC. Sekarang si ibu sedang mengandung anak yang ke lima. Kedua orang tuanya mendatangi kalian untuk meminta saran. Mereka bersedia melakukan aborsi, Jika memang itu keputusan kalian. Bagaimana pendapat kalian?"
Para Mahasiswa mengemukakan berbagai macam pendapat, dan kemudian sang professor meminta mereka untuk membentuk kelompok-kelompok kecil untuk "berkonsultasi". Semua kelompok melaporkan bahwa mereka menyarankan aborsi. "Selamat," kata Sang Professor. Karena kalian baru saja mencontoh kehidupan Beethoven." Bayangkan kalau kekeliruan keputusan yang kita ambil ini terjadi, tidak akan pernah terlahir seorang Beethoven di dunia ini dan mungkin Beethoven 2 yang lain.
Seorang wanita turut ambil bagian dalam proses penciptaan tubuh seorang anak, dan ketika anak itu bertumbuh, ia memelihara emosi dan pikiran si anak. Namun demikian, hanya Tuhanlah yang dapat menciptakan jiwa seorang anak. Jiwa harus memiliki tubuh. Tubuh harus memiliki jiwa. Allah dan juga si ibu adalah mitra dalam proses penciptaan seorang bayi sejak saat pembuahan.
Setiap ibu memiliki hak istimewa bersama-sama Allah dalam menciptakan kehidupan baru. Ia membantu menciptakan sebuah jiwa yang akan tetap abadi. Dan tidak ada hak yang lebih istimewa selain hak untuk bisa terlibat dalam penciptaan seorang manusia. Hal itu memerlukan iman yang sangat besar untuk bisa mewujudkannya.

22 Juni 2010

Ketika Saya Kehilangan Harapan

Karena Allah telah berfirman : "Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau."
(Ibrani 13 : 5b)

Leslie dilahirkan dengan keterbelakangan mental, tidak memiliki mata, dan mengalami kelumpuhan otak. Ia tidak dapat bereaksi terhadap bunyi-bunyian atau sentuhan. Ketika berumur enam bulan, ia diperkirakan akan segera meninggal. Seorang perawat bernama May Lernke diminta untuk merawatnya di rumah sampai bayi itu meninggal. Ia merawatnya ... Selama lebih dari tiga puluh tahun.
Ketika May menerima si bayi Leslie, ia menerimanya apa adanya ... Seorang bayi yang seperti juga bayi-bayi lain ... Harus dididik dan dicintai. Selama bertahun-tahun, ia merawat bayi itu, namun tidak ada gerakan atau reaksi. Walaupun demikian ia tidak pernah berhenti berbicara, menyanyi atau berdoa untuk bayi itu. Musik memenuhi rumah mereka ... Namun tetap tidak ada reaksi. May dan suaminya membeli sebuah piano bekas dan menaruhnya di kamar tidur si bayi. Ia memainkan piano itu. Dengan sangat kuat, ia tahu bahwa suatu hari nanti Tuhan akan menolong Leslie untuk bebas dari belenggunya. Ia sangat gembira ketika pada usia 16 Tahun Leslie mulai belajar berjalan.
Beberapa tahun kemudian, pada suatu malam May dan suaminya terbangun oleh suara piano yang memainkan Piano Concerto No. 1 gubahan Tchaikosvsky. Dengan terkejut mereka mendapati Leslie duduk dibangku piano sambil tersenyum. Tidak lama kemudian ia mulai berbicara dan menangis ... dan menyanyi. Pada usia 28 tahun ia mulai berbicara dengan lancar. Doa May telah terjawab pada waktunya sesuai kehendak Tuhan.

07 Juni 2010

Medan Kekuatan Doa

"Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu.
(Matius 7 : 7)

Komunitas "The Family International" New Delhi India, merayakan Natal tahun 2000 dengan sebuah berita buruk. Pesawat Indian Airlines bermuatan 120 orang, yang ditumpangi salah satu aktivisnya telah dibajak dan dibawa ke Afganistan. Keluarga, isteri dan anak dari aktivis ini tentu saja sangat gelisah mendengar kabar tersebut. Bahkan pada saat mendengar berita itu, semua aktivis "The Family International langsung berdoa memohon keselamatan para penumpang, terutama rekan sekerja mereka. Sementara temannya sedang diteror oleh para pembajak, aktivis lainnya harus meneruskan tugas pelayanan mereka untuk melayani di Panti Asuhan, penjara dan tempat penitipan anak, yang sudah dijadwalkan. Dan pada saat ada jeda waktu mereka menyempatkan diri untuk berdoa baik korporat atau pribadi untuk keselamatan rekan kerjanya.
Melalui siaran televisi diberitakan seorang pemuda telah dibunuh oleh si pembajak. Malamnya diberitakan bahwa para pembajak, mengancam akan membunuh satu penumpang setiap jamnya, jika tuntutan mereka tidak dipenuhi. Mendengar itu Rohit Kumar salah satu aktivis segera masuk ke kamarnya dan berdoa. Ia tak dapat tidur memikirkan nasib rekan sekerjanya. Di pembaringan ia terus berdoa. Dan satu Firman Tuhan di Matius 7 : 7 melintas di benaknya. Firman Tuhan itu membangkitkan imannya, bahwa Tuhan sanggup menjaga apa yang kita percayakan kepadaNya. Malam itu Tuhan menaruh pesan yang kuat dihatinya. "Aku akan menahan tangan pembajak itu, tidak akan ada lagi orang yang binasa. Aku telah mengirimkan para malaikat yang kuat untuk mengelilingi pesawat itu , yang akan melindungi para penumpang. Teruslah berdoa sebab doamu membentuk medan kekuatan yang mengelilingi mereka. Engkau akan melihat sahabatmu keluar dari pesawat."
Lima hari berlalu setelah Rohit Kumar berdoa dan tidak ada lagi korban yang jatuh. 31 Desember malam, semua penumpang dibebaskan dan sahabat Rohitlah yang pertama kali keluar dari pesawat. Dari sahabatnya itulah Rohit mendapat peneguhan tentang pesan Tuhan yang ditaruh dihatinya. Setiap kali pembajak itu mau membantai penumpang, ada sesuatu yang menahan tangan mereka. Sungguh doa orang percaya menjadi benteng yang kokoh. Jangan berhenti untuk berdoa !!!

27 April 2010

Kesabaran

"Sebab kamu memerlukan ketekunan, supaya sesudah kamu melakukan kehendak Allah, kamu memperoleh apa yang dijanjikan itu."
(Ibrani 10 : 36)

Di jaman peternakan besar di barat, terkadang seekor keledai diikatkan kepada seekor kuda liar. Lalu keduanya dilepaskan di Padang Gurun. Sang Kuda Liar akan mengamuk, menyeret keledai kecil tersebut dan melemparkannya ke sana kemari seperti kantong makanan ternak. Tetapi beberapa hari kemudian keduanya akan kembali. Keledai kecilnya akan kelihatan terlebih dulu menuju peternakan sambil menyeret kuda liar yang sudah jinak itu.
Di Padang Gurun sang kuda akan kelelahan berusaha melepaskan diri dari sang keledai. Di saat itulah sang keledai yang menjadi tuannya. Hewan yang lamban, sabar dan tidak penting ini menjadi pemimpin atas hewan yang lebih cepat, lebih gesit dan lebih dihargai ini. Gambaran ini terkadang membuat kita tercengang dan tidak habis pikir bagaimana itu bisa terjadi? tapi itulah realitanya kesabaran si keledai berbuah manis.
Dalam kehidupan kita sehari-hari hal ini seringkali juga terjadi. Kesabaran itu memang pahit tetapi buahnya manis. Orang-orang yang sabar, berkomitmen, sistematis dan pekerja keras, mungkin saja menemukan diri mereka dilecehkan mereka-mereka yang lebih kasar di tempat kerja atau di komunitas mereka. Tetapi pada akhirnya, mereka cenderung mencapai lebih banyak, naik lebih tinggi dalam kariernya dan lebih disegani rekan-rekan sekerjanya maupun bawahannya.
Bagaimana dengan Anda? Apakah Anda sudah memiliki komitmen yang satu ini? Perlakuan-perlakuan buruk baik lewat perkataan maupun sindiran, ketidakadilan, dll yang Anda alami apakah itu mampu untuk membuat Anda terus bertahan dalam segala hal baik dalam pekerjaan secara sekuler atau pelayanan di ladangNya Tuhan? Pilihlah bersabar dan bertekadlah dalam hati hari ini, maka besok Anda akan mendapatkan imbalannya.

23 April 2010

Sebuah Penangkal

"Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, dimana perlu, supaya mereka yang mendengarnya, beroleh kasih karunia."
(Efesus 4 : 29)

Seorang anak sedang menggunakan lem yang kuat untuk merekat pesawat mainannya dan jari kanannya terlekat pada salah satu sayapnya itu. Semakin ia berusaha melepaskan jarinya, semakin frustasi ia jadinya. Ketika akhirnya ia toh berhasil melepaskan jarinya, sakitnya tidak hilang selama beberapa hari. Jelaslah semangatnya untuk merakit pesawat tersebut lenyap.
Yang tidak disadari banyak orang kristen adalah bahwa kata-kata menghina, mengolok dan mengkritik, seringkali melekat seperti lem yang kuat. Semakin seseorang berusaha melepaskan dirinya dari komentar-komentar negatif atau citra diri negatif yang mungkin telah berkembang selama bertahun-tahun, semakin frustasi ia jadinya. Walau pada akhirnya sekali waktu dia bisa terlepas tapi rasa sakit itu tidak bisa hilang dalam hitungan jari. Butuh waktu !!!
Kalau pekerjaan seseorang dikritik dan diolok, tanpa melihat seberapa besar pengorbanan dan usaha yang dilakukan seseorang supaya pekerjaan itu selesai. Terkadang akan berakibat fatal bagi si penerima, ia akan cenderung tidak perduli terhadap pekerjaannya. Produktivitas serta kualitas bisa-bisa melorot dan bisa-bisa moralnya memburuk. Apalagi kalau disertai perubahan sikap kita sebagai orang yang merasa tidak pusa, kita menjadi garang, tidak ramah, tidak peduli dan tidak ada lagi komunikasi. Bom waktu siap untuk meledak !!!
Apakah penangkalnya? Pujian serta kata-kata dorongan yang positif. Mungkin sekali dalam beberapa ratus tahun seseorang hancur karena terlalu banyak dipuji, tetapi yang jelas sekali dalam beberapa menit seseorang remuk hatinya karena tidak mendapat pujian. Penghargaan tidak selalu harus berupa uang atau barang tetapi "rasa terima kasih" yang kita realisasikan dari raut wajah kita dalam berbicara dan menyampaikan sesuatu yang tulus dan ramah terkadang itu jauh lebih cukup dari uang dan barang.

09 April 2010

Putus Asa

"Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang fana"
(I Petrus 1 : 18 - 19)

Pada suatu ketika, iblis mengiklankan bahwa ia akan mengobral perkakas "kerajaannya". Pada hari H, seluruh perkakasnya dipajang untuk dilihat oleh para pembeli, lengkap dengan harga jualnya. Barang yang dijual antara lain : dengki, iri, dendam, tidak jujur, malas, tidak menghargai orang lain, tak tahu berterima kasih, dll.
Di suatu pojok display ada suatu perkakas yang bentuknya sederhana bahkan sudah agak aus, tetapi harganya paling tinggi diantara yang lain. Salah seorang pembeli bertanya, Alat ini apa namanya?", iblis menjawab, "oh ... itu namanya Putus Asa." "Kenapa harganya mahal sekali, kan sudah aus ...?" Ya karena perkakas ini sangat mudah dipakai dan berdaya guna tinggi. Saya biasa dengan mudah masuk ke dalam hati manusia dengan alat ini dibandingkan dengan perkakas yang lain.
Begitu saya berhasil masuk, dengan mudah saya dapat melakukan apa saja yang saya inginkan terhadap manusia tersebut. Tahukah Anda kenapa barang ini menjadi aus? Karena saya sering menggunakan kepada hampir semua orang. Kebanyakan manusia tidak tahu kalau PUTUS ASA itu sebenarnya milik saya."
Jadi jika saat ini Anda sedang ber-PUTUS ASA, maka ingatlah itu bukan berasal dari TUHAN! Segala sesuatu yang melemahkan iman berasal dari iblis ... Waspadalah, jangan menjadikan diri kita bulan-bulanan iblis. Hari , Bangkit dan katakan pada iblis, "Tuhan adalah kekuatan dan perisaiku, bersamaNya aku tidak akan goyah" Lalu melangkahlah dengan iman dan milikilah sikap dan mentalis seorang "pemenang"

29 Maret 2010

Kebaikan yang ikhlas

"Janganlah jemu-jemu berbuat baik karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah"
(Galatia 6 : 9)

Seorang mahasiswa dari sebuah Universitas di Jakarta kala itu sedang melaksanakan KKN (Kuliah Kerja Nyata) di daerah pelosok. SUatu ketika ia merasa kepanasan, lalu mampir di suatu rumah untuk meminta minum. Bapak yang punya rumah tidak memberinya air putih, tetapi ia memberi segelas susu sapi, karena bapak itu mempunyai seekor sapi perah.
"Pak, saya cuma minta air," kata mahasiswa itu. Bapak itu lalu menjawab, "Nak, di sini airnya mentah, lebih baik minum saja air susu". Diminumnya air susu itu, lalu bertanya, "Berapa Pak?" "Tidak perlu bayar, bapa sudah ikhlas memberikan air susu itu kepadamu."
"Sebelum berpisah, mahasiswa itu mengucapkan banyak terima kasih dan memberikan alamatnya di Jakarta.
Beberapa tahun kemudian bapak tersebut terkena penyakit kanker. Ia pun harus menjual sawahnya untuk biaya pengobatan. Oleh anak gadisnya ia lalu dibawa ke salah satu rumah sakit di Jakarta. Ternyata biaya operasi, obat-obatan dan dokter, semuanya berjulah enam juta rupiah. Sedangkan hasil penjualan sawah belum bisa mencukupinya.
Anak gadisnya menjadi gemetar ketika mengetahui jumlah yang harus dibayar. Lalu, ia meminta waktu untuk melunasi, tetapi petugas kasir menyuruhnya membaca di bagian bawahnya. Ketika dibaca, ternyata sudah ada tanda luna! Dan, dibawahnya lagi ada tulisan "harga segelas susu". Ternyata dokter spesialis yang mengoperasinya itu adalah mahasiswa yang dahulu minum susu di rumahnya.

22 Maret 2010

P U S H

"Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya"
(Markus 9 : 23b)

"Sebab segala sesuatu mungkin bagi Allah"
(Markus 10 : 27b)

Pray Until Something Happen atau Berdoa Sampai Sesuatu Terjadi ini adalah satu harapan baru yang mestinya kita sebagai anak-anak Tuhan atau orang-orang percaya mengaminkan perkataan ini bahkan akan memotivasi kita terus bahwa di dalam Tuhan tidak ada sesuatu yang mustahil. Pada saat kemampuan dan kekuatan kita sebagai manusia sudah tidak mencukupi atau limit kita perlu PUSH, untuk mendobrak kembali semangat kita di dalam pengharapan kita kepada Yesus.
Ketakutan-ketakutan dalam menghadapi segala sesuatu maupun kekuatiran-kekuatiran pada saat kita mengetahui kenyataan yang ada membuat kita depresi dan putus asa. Anak-anak sekolah hari-hari ini menjadi sangat ketakutan karena hanya tinggal menghitung hari UAN akan dilaksanakan, orang tua, guru-guru semua ikut cemas dan kuatir walaupun persiapan yang maksimal sudah mereka lakukan mulai dari memberi tambahan waktu belajar, les, pemantapan dll, tetapi semua itu tidak membuat cemas dan takut mereka hilang.
Kita perlu PUSH untuk menghilangkan semua itu jangan pernah berhenti untuk meminta sesuatu kepada Tuhan karena Dia lah yang sanggup mengubahkan segala sesuatu bahkan mengubahkan dari yang tidak ada menjadi ada. Seorang anak murid yang sangat terbatas kemampuannya sangat putus asa menghadapi UAN karena semua orang mulai dari teman-teman dan guru-guru sudah memvonis bahwa, dia pasti tidak lulus. Dengan satu tekad dia datang kepada Tuhan dan dia terus berdoa Tuhan berkati aku, bayangkan berapa soal yang dia kerjakan dan akhirnya dia LULUS, semua kaget dan tidak percaya tapi itulah dahsyat dan hebatnya Allah kita. Doa harus disertai dengan satu USAHA selain berdoa kita juga harus belajar untuk mencapai nilai yang maksimal.

15 Maret 2010

Kehampaan

"Marilah kepadaKu, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu"
(Matius 11 : 28)

Ada satu kisah di Florence Italia pada tahun 1935, seorang laki-laki pergi menemui dokter. Ia penuh dengan kekuatiran dan kehabisan tenaga karena kurang tidur. Ia tidak suka makan, dan menghindari teman-teman. Tetapi, dokter memeriksa dan mendapatinya dalam keadaan fisik yang prima.
Karena berkesimpulan bahwa pasiennya memerlukan waktu untuk bersenang-senang. Maka dokter itu memberitahukan kepadanya tentang sebuah sirkus di kota dengan pemain utamnya seorang pelawak bernama Grimaldi. Tiap-tiap malam ia telah menarik penonton berduyun-duyun memenuhi deretan-deretan tempat duduk. "Anda harus melihatnya." kata dokter itu. "Grimaldi adalah seorang pelawak yang paling lucu, "Tidak", jawab orang yang putus asa itu, "ia tidak dapat menolong saya. Karena saya adalah Grimaldi sendiri.
Banyak orang seperti pelawak itu, pada dasarnya jiwa manusia adalah haus dan hampa. Mungkin ia adalah seorang yang pandai, mungkin ia adalah seorang pelawak yang bisa menghibur banyak orang, mungkin ia adalah seorang yang kaya raya dan segala apapun ia punyai, mungkin juga ia adalah seorang yang mempunyai kedudukan yang tinggi, ..... Tetapi semua itu kalau di luar TUHAN YESUS adalah Kosong !!! dan Hampa !!!. Karena pada titik tertentu semua itu tak berguna.
Berikan hidupmu kepada TUHAN YESUS, maka Dia akan mengisi hidupmu dengan kasihNya yang terus mengalir deras, Dan kuasaNya yang tidak terbatas sehingga hidupmu akan berguna dan berarti !! Dan kita akan bisa menikmati segala berkat yang berkelimpahan yang TUhan berikan atas kita, baik talenta kita, kepandaian kita maupun segala yang kita punya.

10 Maret 2010

Menang atas daging kita

"Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya, supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku sendiri di tolak"
(I Korintus 9 : 20)

Orang Eskimo menggunakan alat yang mengerikan tetapi efektif untuk membunuh serigala-serigala yang menghabiskan hasil tangkapan mereka serta tim-tim anjing mereka. Pertama orang Eskimo itu melumuri sebuah belati yang sangat tajam dengan darah hewan dan membiarkannya membeku. Lalu ia tambahkan lapisan darah, terus hingga belatinya benar-benar tertutup oleh darah beku. Berikutnya sang serigala mencium bau darah dengan hidungnya yang tajam. ia cari umpan ini dan mulai menjilati "belati" darah beku ini. Semakin ia menjilati darahnya, semakin ia ketagihan. Ia terus menjilat hingga ke belatinya. Demikian ketagihannya sang serigala akan darah ini, ia tidak memperhatikan bahwa belati yang setajam pisau cukur itu telah melukai lidahnya sendiri. Ia juga tidak memperhatikan bahwa yang sedang dijilatinya itu akhirnya adalah darahnya sendiri. Ketamakan akan darah inilah yang akhirnya membuatnya mati kehabisan darah. Akhirnya ia ditemukan mati sebagai korban dari keinginannya sendiri.
Demikian halnya, nafsu kita bisa menguasai kita. Oleh sebab itu pertimbangkanlah hal-hal yang saudara dambakan, dan bersikaplah bijaksana dalam memenuhinya. Karena kemenangan atas diri sendiri, ketimbang mengalahkan musuh-musuh kita yang lain. Bahkan ada satu anggapan bahwa keberanian seseorang lebih dihargai pada saat dia bisa mengatasi hasratnya ketimbang mengalahkan musuh-musuhnya.

22 Februari 2010

Setia dengan Perkara Kecil

"Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia: engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar."
(Matius 25 : 21)

Seseorang sedang menekuni jalan-jalan untuk mencari pekerjaan dan pada akhirnya tiba di sebuah kantor usahawan terkenal. Ketika ia minta pekerjaan dan menghadap pemiliknya, secara pribadi berkata, "Boleh, saya bisa memberi Anda pekerjaan. Anda lihat tumpukan batu bata di sana? Tumpukkanlah di ujung halaman sebelah sisi"

Menjelang malam pria ini melaporkan bahwa proyeknya telah seesai dan mendapat upahnya. Lalu ia bertanya apakah besok ada pekerjaan lagi. Si pemilik menjawab, "Ada, datanglah besok kembalikanlah batu-batu bata itu ketempatnya semula". Keesokan paginya pria ini tiba pagi-pagi dan langsung bekerja tanpa banyak bicara. Selama lebih dari satu minggu, si pemilik perusahaan itu menyuruh sang pekerja bolak balik memindahkan batu bata itu hingga terbukti bagi si pemilik bahwa ia dapat mempercayai karyawan barunya ini. Lalu ia diberikan tanggung jawab baru yang lebih besar. Dari sudut pandang si pemilik, selama pria ini setia dalam tugas yang sepele seperti itu ... Ia pasti setia dalam transaksi-transaksi yang lebih besar dan benar-benar penting.

Anda tidak tahu siapa yang mungkin mengamati bagaimana Anda bekerja hari ini, lebih dari mengamati apa yang Anda kerjakan. Kerjakanlah setiap tugas seolah-olah pekerjaan itu benar-benar penting ... Karena memang demikianlah adanya !!! Niscaya sekali waktu Anda suatu saat akan memperoleh kesempatan yang jauh lebih besar lagi.

21 Februari 2010

Tukang Cukur & Tuhan

"Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu. Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan."
(Matius 7 : 7)

Seorang Kristen datang ke tukang cukur langganannya untuk mencukur rambut dan jenggotnya. Mereka mengobrol dan sampai ke hal tentang Tuhan. Tukang cukur itu berkata, "Saya tidak percaya Tuhan itu ada seperti yang Anda percayai." "Mengapa kamu berfikir demikian?" Tanya orang Kristen itu. "Ah, itu sangat mudah; Anda cukup pergi keluar dan melihat bahwa Tuhan itu tidak ada. Bila Tuhan ada, mengapa banyak orang sakit? Mengapa banyak anak terlantar dan cacat? Bila TUhan ada, maka tak ada penderitan dan kepedihan. Akankah terjadi pembunuhan dan bahkan perang? Saya tak dapat membayangkan bahwa Tuhan yang penuh kasih akan membiarkan itu semua terjadi."

Orang Kristen itu tidak ingin berdebat dan tak dapat menemukan jawaban yang tepat terhadap logika si tukang cukr. Tukang cukur itu selesai melakukan pekerjaannya dan orang Kristen itu pergi dan di depan ia melihat seorang laki-laki duduk di pinggir jalan. Rambut dan jenggotnya panjang yang tentu memerlukan perhatian dari si tukang cukur (orang itu tampak kusam dan kotor)

Orang Kristen itu berbalik dan kembali ke tukang cukur itu dan berkata: "Tahukan kamu? Tukang cukur jelas tidak ada." Mengapa kamu mengatakan tukang cukur tidak ada?" Seru tukang cukur itu." Ini saya di sini dan saya adalah tukang cukur. Saya baru saja mencukur rambut Anda!!! "Tidak!" jawab orang Kristen itu. "Tukang cukur itu tidak ada, kalau mereka ada maka tak ada orang dengan rambut panjang dan jenggot lebat seperti orang di luar sana, itu yang duduk di tepi jalan."

"Oh, tukang cukur sungguh ada ! Yang terjadi adalah orang harus datang dulu pada saya. Ia harus mencari saya!" "Anda memang benar!" tegas Orang Kristen itu. "Dan inilah persoalannya. Tuhan memang ada, yang terjadi adalah orang tidak pergi padaNya dan mencariNya. Oleh karena itu banyak kepedihan dan penderitaan di dunia."

07 Januari 2010

KASIH adalah ...

" Demikian tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar diantaranya ialah KASIH "
(I Korintus 13 : 13)

Kasih adalah ...
Bergembira pada saat orang lain berbahagia. Bersedih untuk mereka yang bersedih. Selalu bersama saat baik maupun saat susah. Kasih adalah sumber kekuatan.

Kasih adalah ...
Jujur karena dirimu setiap waktu menceritakan, mendengarkan kebenaran dan tidak berpura-pura. Kasih adalah sumber kejujuran.

Kasih adalah ...
Suatu pengertian sepenuhnya mengenai apa yang Kau rasakan, bahwa aku merupakan bagian dari orang lain. Menerima orang lain sebagaimana adanya mereka. Dan tidak mencoba untuk mengubah mereka menjadi sesuatu yang lain. Kasih adalah sumber persatuan.

Kasih adalah ...
Kebebasan untuk mencapai keinginanmu saat berbagi pengalaman dengan orang lain. Pertumbuhan suatu individu di sisimu dan pertumbuhan bersama dengan individu yang lain. Kasih adalah sumber kesuksesan.

Kasih adalah ...
Kedahsyatan dari angin topan, ketenangan dalam pelangi. Kasih adalah sumber dari adanya keinginan besar.

Kasih adalah ...
Memberi dan menerima dalam situasi sehari-hari. Bersabar dengan setiap kebutuhan dan keinginan. Kasih adalah sumber kebersamaan.

kasih adalah ...
Mengetahui bahwa orang lain akan selalu bersamamu, tanpa memandang apa yang terjadi. Kehilangan orang lain pada saat mereka jauh, tetapi tetap dekat di hati tiap waktu. Kasih adalah sumber hidup.

Kasih itu sabar; Kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong.

05 Januari 2010

Tinggalkan masa lalu

" Sebab Tuhan, Allahmu, membawa engkau masuk ke suatu negeri yang baik. Suatu negeri, dimana engkau akan makan roti dengan tidak usah berhemat. Dan engkau akan makan dan akan kenyang, maka engkau akan memuji Tuhan Allahmu "
(Ulangan 8 : 7 - 10)

Tahukah Anda, salah satu penyebab orang Israel enggan menuruti pimpinan Tuhan adalah karena mereka hidup di masa lalu mereka. Sekalipun secara fisik mereka sedang menuju ke tanah perjanjian, namun hati dan pikiran mereka tertambat di Mesir.
Ada orang yang tidak pernah maju di dalam kehidupannya karena ia hidup di masa lalunya. Masa lalunya yang penuh dengan kegetiran, selalu di bawa kemana ia pergi. Kegelapan hidup di masa lalu, di letakkan di depannya, sehingga ia melihat segala sesuatu gelap seperti masa lalunya. Ada orang yang pernah dikecewakan hatinya oleh seseorang, dan ia selalu membawa sakit hatinya kemanapun ia pergi, ada orang yang senantiasa membawa kebencian kemanapun ia melangkah. Ia bak membawa telur busuk di saku celananya, ada juga orang yang diikuti oleh kegagalan masa lalunya, ia tidak pernah menganggap kegagalan itu sebagai sesuatu yang lumrah dan merupakan pelajaran yang berharga bagi hidupnya.
Marilah setiap kita di dalam memasuki tahun yang baru ini kita tinggalkan semua rasa benci, kepahitan, dendam yang akan menghalangi setiap kita untuk menerima setiap janji yang Tuhan berikan buat setiap kita bahwa tahun 2010 adalah Tahun Pemulihan dan Tahun Kelimpahan.
Jika saat ini, perjalanan hidup kita sedang berada di tahap yang kurang menyenangkan. Ingatlah, ini merupakan satu proses yang harus dijalani dengan iman dan pengharapan yang positif bahwa Tuhan sedang menuntun kita menuju tahun dan tempat yang lebih baik lagi. Jangan bersungut-sungut, tetapi bersyukurlah agar hati kita menjadi tenang dan kita bisa melihat dengan jelas kemana Tuhan menuntun kita. Karena sungut-sungut tidak akan menyelesaikan masalah, tetapi ketaatan kepada Tuhan akan membawa kita samapai ke tanah perjanjian yang subur.

04 Januari 2010

Dibawa oleh Roh

“ Maka Yesus dibawa oleh Roh ke padang gurun untuk dicobai Iblis ”

(Matius 4 : 1)

Dengan penuh pengharapan, seseorang berkata. “Betapa bahagianya jika tiba-tiba Roh Kudus datang secara nyata dan dengan kuasa supranaturalNya membawa saya jauh dari tempat yang tidak menyenangkan ini.” Perkataan itu muncul karena ia sedang berada dalam penderitaan. Bisa jadi apa yang diharapkan orang tersebut juga pernah menjadi pengharapan kita semua. Kita pasti mengharapkan Roh Kudus memimpin kita ke tempat-tempat atau dalam suatu keadaan yang lebih menyenangkan, penuh dengan kedamaian sorgawi, dan jauh dari segala permasalahan dan pertikaian. Tetapi kenapa seringkali apa yang kita harapkan itu tidak terjadi. Alkitab mencatat, Yesus juga dibawa oleh Roh Kudus ke padang gurun untuk dicobai si iblis, bukan untuk menemukan tempat yang nyaman dan menyenangkan. Bukan hanya tantangan alam yang dahsyat saja yang dihadapi oleh Yesus pada saat Dia dibawa di padang gurun tetapi juga godaan iblis. Tetapi menariknya, inilah tujuan utama dari Roh Kudus membawa Yesus ke padang gurun yaitu penggenapan dari pada nubuatan dalam Kejadian 3 : 15, dimana permusuhan antara keturunan perempuan yang adalah Yesus dengan ular yang adalah iblis. Dan disinilah kualitas Yesus sebagai Anak Allah dipertaruhkan. Yesus harus membuktikan bahwa dirinya benar-benar Anak Manusia yang sempurna, sehingga bias menjadi jaminan bagi penyelamatan umatNya. Bagaimana dengan saudara, masih berontakkah? SUngut-sungutkah? Atau herankah? Seandainya saat ini saudara sedang menghadapi berbagai pencobaan dan penderitaan, sebab siapa tahu itulah “padang gurun” dimana Roh Kudus yang telah memimpin kita kesitu. Ingat di padang gurunlah kualitas kita sebagai anak-anak Tuhan dipertaruhkan. Dan yakinlah bahwa Roh Kudus tidak akan membiarkan saudara sendirian. Karena Dia yang akan mebuat kita semakin tangguh dan kuat untuk menggapai rencana indahNya.

02 Januari 2010

Ombak Rutinitas

"Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah Rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan "
(Roma 12 : 11)

Di sebuah desa yang terpencil, hiduplah seorang buruh tani yang sangat miskin. Ia hidup sebatang kara. Istri dan anak2nya pergi karena sudah terlalu lama si petani itu meninggalkan mereka untuk mengikuti saran dari "orang pintar" yang didatanginya. "Aku tahu jalan keluarnya, "kata orang pintar tersebut. "Pergilah ke sebuah pantai yang berada tepat di balik perbukitan itu. Carilah sebuah batu ajaib yang dapat mengubah benda apapun menjadi emas. Batu itu akan terasa agak hangat ditanganmu, seperti ketika engkau memegang makhlik hidup," lanjutnya.

Tanpa pikir panjang, petani tersebut pergi meninggalkan desanya dan keluarganya menuju pantai yang dimaksud. Setiap hari dia memungut batu, merasakan suhu batu tersebut lalu membuangnya kelaut setelah tahu kalau batu genggamannya itu dingin2 saja. Satu batu, dua batu, tiga batu dipungutnya dan dilemparkannya kembali ke dalam laut. Malam harinya dia masuk ke sebuah gua kecil untuk beristirahat. Keesokan harinya dia lakukan hal yang sama. Satu hari, dua hari, satu minggu, dua minggu, dia lalui dengan baik. Begitu seterusnya. Tak terasa setahun sudah dia berada di pantai tersebut. Sehingga menggenggam dan membuang batu sudah menjadi kebiasaannya, dan karena sudah terbiasa itulah maka petani itu tidak lagi sungguh2 dalam merasakan suhu batu tersebut. Sehingga dia melakukan rutinitasnya tanpa memperdulikan lagi tujuan semula yang ia cari yaitu batu ajaib. Maka hilanglah kesempatan untuk memiliki hidup yang lebih baik. Karena tapa sadar mungkin batu yang dia cari itu sudah ada digenggamannya tapi dia melemparkannya juga ke laut.

Kebiasaan atau rutinitas memang menjadi masalah yang tersembunyi yang mungkin terluput dari kesadaran banyak orang. Pertama kali kita mengenal Yesus kita akan menggebu-gebu mengikuti seluruh kegiatan gereja bahkan kalau perlu setiap hari kita ada di gereja. Begitu lulus dari sekolah theologia kita akan bersemangat berkotbah, berkunjung atau mengajar atau mungkin awal-awal kita masuk dalam suatu pelayanan membuat kita lupa waktu karena hampir seluruh waktu kita gunakan untuk melayani dan itu adalah sesuatu yang sangat menyenangkan bagi kita. Tetapi seiring dengan berlalunya waktu api pelayanan, rasa cinta kita pada Tuhan akan pudar dan semua itu hanya menjadi satu kebiasaan atau rutinitas yang harus kita jalani. Yang penting tugas selesai. Dan kita tidak pernah merasakan makna dari semua yang kita lakukan karena kita sudah terhempas oleh "ombak rutinitas". Bagaimana dengan saudara2 hari ini, tahun sudah akan berganti masihkah semuanya sama seperti pertama kali kita melakukannya? Semangat dan keluar dari ombak rutinitas kita ... !!

.:: Copyright ::.


This Blog is a registered trademark of DJEVEE Group All rights reserved.
Copyright © October 2009
Powered by Djevee