02 Agustus 2010

Sasaran Pandangan yang Tepat

"Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan"
(Amsal 4 : 23)

Kesuksesan atau kegagalan dalam kehidupan kita tergantung dari sikap hati kita sendiri. Kata Alkitab: dari hatilah terpancar kehidupan. Pikiran-pikiran yang negatif dan kebimbangan membawa ketakutan dan frustasi. Supaya kita dapat mengalami secara pribadi anugerah Allah, kita harus menutup semua pintu pancaindera kita saat pencoban menyerang.
Petrus memandang kepada Yesus dan berdiri di atas FirmanNya, maka dia dapat berjalan di atas air. Tetapi, segera setelah dia mengijinkan pikiran yang negatif bekerja, maka ketakutan dan kebimbangan mulai menyerang hatinya. lalu dia jatuh dan mulai tenggelam, tak sanggup lagi berjalan di atas air.
Pada saat ombak bergelora menyerang kehidupan kita, bila kita berpikiran negatif, kita akan jatuh dalam kesulitan dan tak dapat bangun lagi. Jika kita tak waspada menjaga hati kita, maka kekalahan siap menghancurkan kita.
Waktu Nuh dan keluarganya berada di dalam bahtera dan melihat keadaan di luar bahtera, di mana keadaan dunia sekitarnya penuh dengan air bah yang mengerikan, maka pastilah hati mereka dicengkram oleh ketakutan yang luar biasa, sehingga tak mungkin mereka dapat keluar dari bahtera secara hidup. Bayangkan mereka hidup dalam bahtera itu lebih dari setahun lamanya sampai air bah surut.
Saat ini Yesus sedang menunggu engkau. Mengapa tak kau pusatkan imanmu padaNya? Hampiri Dia, pegang janji firmanNya, pasti kau akan menang dan berkat anugerahNya mengalir dalam hidupmu senantiasa!

Kebimbangan dan ketakutan akan menenggelamkan kita!

Sumber : Air Hidup

30 Juli 2010

Dasar Kepercayaan

"Kamu juga, ...telah dihidupkan Allah bersama-sama dengan Dia, sesudah Ia mengampuni segala pelanggaran kita."
(Kolose 2 : 13)

Banyak Orang Kristen menceritakan bagaimana cinta mereka pada Kristus, tapi mereka kurang percaya dan kurang sukacita dalam hidup. Kalau mereka tertimpa suatu penyakit yang cukup parah, mereka sangat ketakutan dan takut mati. Mereka tak segan-segan mengeluarkan banyak uang untuk dipersembahkan ke gereja dengan suatu harapan. "Aku melakukan ini demi keselamatanku!" Mungkinkah ini?
Saudara, ini suatu perbuatan dan pengharapan yang keliru dan sia-sia, tak berdasarkan Alkitab sama sekali. Mereka lupa bahwa keselamatan tak dapat dibeli dengan uang atau dengan perbuatan baik kita!
Kata Alkitab: "...sekiranya ada kebenaran oleh hukum taurat, maka sia-sialah kematian Kristus." (Galatia 2 : 21)
Segala perbuatan baik manusia sia-sia, kecuali oleh penebusan Kristus di kayu salib itu. Keselamatan dapat diperoleh jika sepenuhnya mempercayai Kristus Yesus dan penebusanNya di kayu salib, bukan berdasarkan pada perasaan atau logika kita.
Dalam Kolose 2 : 8 - 17 Paulus mengatakan kepada orang-orang percaya, bahwa walaupun dahulu mati oleh pelanggaran mereka, mereka telah dihidupkan Allah bersama-sama dengan Dia, dan telah mengampuni segala pelanggaran mereka.
Apakah kau bersandar sepenuhnya pada pekerjaan penebusan Kristus yang telah selesai digenapiNya? Itulah dasar satu-satunya untuk percaya bahwa kau telah diselamatkan, tak peduli apa pun perbuatanmu pada waktu yang lampau. Atau masihkah kau bersandar pada kebaikan perbuatan dirimu sendiri?

Umat Kristen diselamatkan oleh penebusan Yesus Kristus, bukan oleh kebaikan dan kebenaran sendiri!

Sumber : Air Hidup

29 Juli 2010

Mengapa dibiarkan ada "DOSA" ?

"... di mana dosa bertambah banyak, di sana kasih karunia menjadi berlimpah-limpah,"
(Roma 5 : 20)

Sering orang bertanya, "Kalau memang Tuhan itu Maha Kuasa dan ada, mengapa semuanya ini terjadi? Mengapa Tuhan tidak mencegah sebelumnya, supaya orang tidak berbuat dosa? Tidakkah Dia mengetahui perkara yang bakal terjadi?" Tentu saja! Dia dapat membuat kita tahan/kebal terhadap dosa. Dia sanggup mencegah agar kita tak mengalami petaka. Tapi mengapa Allah tidak melakukan hal itu? Hari ini Alkitab menjawab: "...di mana dosa bertambah banyak, di sana kasih karunia menjadi berlimpah-limpah,"
Timbul pengertian kita: "Agaknya Tuhan memperkenankan kita mengalami berbagai kesulitan agar kita dapat mengalami anugerahNya yang tak terbatas itu, dan mengetahui bagaimana rasanya pertolongan Tuhan itu"
Seorang pembesar yang terkenal berkata, "Jika Anda pernah berada di dalam lembah gelap yang terdalam, barulah Anda dapat merasakan betapa indahnya berada di puncak gunung yang tertinggi!" Ungkapan ini mengingatkan saya akan kebenaran rohani yang lebih dalam. Tak seorang pun benar-benar dapat mengalami kasih Allah yang tak terbatas, kecuali bila ia pertama kali telah mengalami bagaimana dahsyat dan ngerinya dosa itu. Ini tidak berarti kita harus berbuat dosa terlebih dulu barulah kita dapat menerima kasih Ilahi sepenuhnya dalam hidup kita. Dan juga janganlah berkesimpulan bahwa Tuhanlah pencipta semua kejahatan dan malapetaka itu.
Setelah pengalaman kita akan berbagi dosa yang mengakibatkan semua kesulitan terjadi, lalu kita memperoleh Rahmat PertolonganNya, barulah kita mengerti akan "kasih karunia Allah menjadi berlimpah" dan mengerti pula betapa menjijikan dosa itu.

Kegelapan dosa sirna karena lampu anugerah Allah bersinar lebih terang!

Sumber : Air Hidup
.:: Copyright ::.


This Blog is a registered trademark of DJEVEE Group All rights reserved.
Copyright © October 2009
Powered by Djevee