29 Maret 2010

Kebaikan yang ikhlas

"Janganlah jemu-jemu berbuat baik karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah"
(Galatia 6 : 9)

Seorang mahasiswa dari sebuah Universitas di Jakarta kala itu sedang melaksanakan KKN (Kuliah Kerja Nyata) di daerah pelosok. SUatu ketika ia merasa kepanasan, lalu mampir di suatu rumah untuk meminta minum. Bapak yang punya rumah tidak memberinya air putih, tetapi ia memberi segelas susu sapi, karena bapak itu mempunyai seekor sapi perah.
"Pak, saya cuma minta air," kata mahasiswa itu. Bapak itu lalu menjawab, "Nak, di sini airnya mentah, lebih baik minum saja air susu". Diminumnya air susu itu, lalu bertanya, "Berapa Pak?" "Tidak perlu bayar, bapa sudah ikhlas memberikan air susu itu kepadamu."
"Sebelum berpisah, mahasiswa itu mengucapkan banyak terima kasih dan memberikan alamatnya di Jakarta.
Beberapa tahun kemudian bapak tersebut terkena penyakit kanker. Ia pun harus menjual sawahnya untuk biaya pengobatan. Oleh anak gadisnya ia lalu dibawa ke salah satu rumah sakit di Jakarta. Ternyata biaya operasi, obat-obatan dan dokter, semuanya berjulah enam juta rupiah. Sedangkan hasil penjualan sawah belum bisa mencukupinya.
Anak gadisnya menjadi gemetar ketika mengetahui jumlah yang harus dibayar. Lalu, ia meminta waktu untuk melunasi, tetapi petugas kasir menyuruhnya membaca di bagian bawahnya. Ketika dibaca, ternyata sudah ada tanda luna! Dan, dibawahnya lagi ada tulisan "harga segelas susu". Ternyata dokter spesialis yang mengoperasinya itu adalah mahasiswa yang dahulu minum susu di rumahnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

.:: Copyright ::.


This Blog is a registered trademark of DJEVEE Group All rights reserved.
Copyright © October 2009
Powered by Djevee